Waspadai Kadar Protein Tinggi pada Ibu Hamil, Ma!

Waspadai Kadar Protein Tinggi pada Ibu Hamil, Ma!

Hai Mampaps, menunggu si kecil adalah impian setiap Mama dan Papa yang sudah menikah. Pertumbuhan dan perkembangan si kecil harus dipantau setiap bulan. Tak heran juga, saat hamil Anda mungkin terbiasa diminta memeriksakan air seni. Dalam pemeriksaan urine, salah satu hal yang dilihat adalah mendeteksi nilai kadar protein dalam urine. Kadar protein yang tinggi pada ibu hamil bisa menunjukkan tanda-tanda gejala preeklamsia.

Bahaya Kadar Protein Tinggi pada Wanita Hamil

Protein tinggi pada wanita hamil
Bahaya Protein Tinggi pada Wanita Hamil

Kadar protein tinggi pada ibu hamil tidak boleh dianggap enteng. Kadar protein urin yang tinggi pada ibu hamil menunjukkan gejala preeklamsia. Preeklamsia adalah kondisi ketika pembuluh darah wanita hamil menjadi menyempit. Kondisi ini biasanya muncul setelah 20 minggu kehamilan.

Baca juga: Vaksin 3 in 1 untuk Ibu Hamil, Perlu?

Protein dalam urin dianggap abnormal pada ibu hamil bila melebihi 300 mg / 24 jam setiap saat selama kehamilan, hal ini berkorelasi dengan 1+ pada dipstik urin. Biasanya kondisi ini disebut proteinuria.

Pemeriksaan proteinuria penting dalam mendiagnosis dan menentukan berat ringannya preeklamsia. Bahaya yang ditimbulkannya dapat memengaruhi ibu dan janin. Di antaranya, preeklamsia pada ibu hamil tidak dapat diobati dan dapat menyebabkan komplikasi kejang, stroke, atau penyakit ginjal. Sedangkan pada janin dalam kandungan dapat terjadi persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat, cairan ketuban minimal, dll.

Penyebab Kadar Protein Tinggi pada Wanita Hamil

Penyebab Kadar Protein Tinggi pada Wanita Hamil

Penyebab tingginya kadar protein pada ibu hamil Mampap diduga merupakan kelainan pada plasenta. Berikut beberapa penyebab yang menyebabkan tinggi protein pada ibu hamil, di antaranya:

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Proteinuria bersama dengan hipertensi terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Ibu hamil yang terdeteksi preeklamsia berakibat tidak mendapatkan cukup darah karena plasenta tidak berkembang dengan baik selama proses pembentukan plasenta pada trimester pertama kehamilan. Akibatnya, sinyal dari plasenta yang rusak memengaruhi pembuluh darah ibu hamil dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Ibu Hamil Minum Obat Penguat Ginekologi? Ketahui Kondisinya Terlebih Dahulu!

Eklampsia

Eklampsia ditandai dengan gejala preeklamsia yang disertai kejang. Biasanya ini bisa terjadi sebelum, selama, atau setelah melahirkan. Oleh karena itu kita harus tanggap, Bu.

Baca:  Baju Rumahan Terbaik 2020 untuk Mama Saat di Rumah Aja

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih ini juga dapat menyebabkan protein dalam urin. Biasanya ibu merasa tidak nyaman saat buang air kecil, seperti panas, nyeri buang air kecil, dll.

Faktor lain

Protein tinggi pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penyakit ginjal, diabetes melitus, lupus, atau akibat ibu yang menderita dehidrasi berat, stres berlebihan, atau akibat olahraga berlebihan.

Cara Mencegah Kadar Protein Berlebih pada Wanita Hamil

Mencegah Kadar Protein Berlebih Selama Kehamilan

Mampaps ada beberapa cara untuk mencegah lonjakan protein pada ibu hamil, diantaranya:

Batasi konsumsi garam

Mampaps, level intake gatam yang direkomendasikan sesuai Akademi Kedokteran Nasional adalah 3,8 gram per hari. Jumlah ini berlaku untuk ibu yang sedang hamil atau dewasa.

Kontrol Asupan Protein

Jumlah protein yang dibutuhkan ibu hamil adalah 85 gram per hari. Sumber protein dapat diperoleh dari tumbuhan (kacang-kacangan) atau hewani (ikan, ayam, keju, susu, telur). Jika kekurangan protein juga tidak baik karena bisa menyebabkan kelahiran prematur.

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui Polip Uterus pada Ibu Hamil

Menjaga kebersihan

Selalu menjaga kebersihan, apalagi saat buang air kecil merupakan hal penting yang harus Anda perhatikan. Ini dapat membantu Anda menghindari infeksi saluran kemih, yang salah satunya dapat menyebabkan peningkatan kadar protein.

Pertahankan Pola Makan dan Konsumsi Air Yang Cukup

Ibu yang sedang hamil sangat dituntut untuk selalu menjaga pola makannya. Makan makanan yang sehat dan bersih. serta menjaga agar tubuh tetap terhidrasi untuk melindungi dari infeksi, selain itu frekuensi buang air kecil akan lebih teratur dan turut menjaga kesehatan ginjal.

Istirahat yang cukup

Ibu yang sedang hamil selalu menyediakan waktu istirahat yang cukup. Hindari pekerjaan yang membuat stres.

Begitu, Mampaps, selama hamil Anda selalu dituntut untuk lebih peduli tentang kesehatan ibu dan bayinya. Jangan ragu, untuk selalu kontrol kehamilan ke dokter ahli …

Postingan Waspada Kadar Protein Tinggi pada Ibu Hamil, Ma! muncul pertama kali di Mamapapa.id.