Perkembangan Janin dalam Kandungan Lengkap

Perkembangan Janin dalam Kandungan Lengkap

Mampaps, menunggu kelahiran si kecil memang menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Sudah berapa bulan si kecil berada di perut Mama? Apakah Anda sudah mulai merasakan gerakan si kecil? Bagaimana perkembangan janin dalam kandungan Anda?

Mama Papa Harus Tahu

Saat memasuki bulan keempat kehamilan, Anda akan merasakan banyak gerakan dari si kecil di dalam kandungan. Terkadang mama akan merasakan si kecil menendang, menggerakkan bagian tubuhnya, atau bahkan berputar-putar.

Pada minggu-minggu awal kehamilan, Mampaps mungkin lebih memperhatikan perkembangan janin atau seks saat pemeriksaan. Anda akan merasakan kedutan gerakan dari perut Anda atau melihat tonjolan kaki dan lengan Anda saat bergerak. Namun saat mulai memasuki minggu persalinan, posisi si kecil sangat penting untuk menentukan proses persalinan yang akan dilakukan oleh bidan atau dokter. Anda akan mulai merasakan dorongan di perut bagian bawah saat kepala si kecil mulai berputar.

Baca Juga: Pilih Ginekolog atau Bidan untuk Melahirkan?

Perkembangan Janin di dalam Rahim

Perkembangan janin di dalam rahim
(Sumber Gambar: https://prenataldevelopmentproject.weebly.com)

Setelah pembuahan terjadi, tentunya janin akan mulai berkembang di dalam rahim Anda. Perkembangan janin setiap bulan berbeda-beda, baik dari segi ukuran, organ tubuh yang terbentuk, maupun kemampuan fisik.

Perkembangan janin trimester pertama

perkembangan janin trimester pertama
Trimester pertama (Sumber Gambar: http://babycentre.co.uk)

Trimester pertama dimulai dari awal kehamilan hingga minggu ke-13. Di awal trimester, plasenta mulai terbentuk di perut Anda, padahal di minggu-minggu pertama, Anda mungkin tidak merasakan apa pun selain terlambat haid. Bulan kedua Anda akan merasakan gejala mual di pagi hari seperti mual, sakit kepala dan kelelahan. Trimester pertama ini merupakan masa yang sangat krusial bagi perkembangan janin karena organ dasar janin mulai terbentuk. Ini juga merupakan periode yang sangat rentan bagi Anda untuk mengalami keguguran.

Minggu 2

Memasuki minggu kedua, sel-sel yang dimiliki embrio membentuk tiga lapisan, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm. Lapisan-lapisan yang dibentuk oleh sel-sel ini akan menjadi berbagai organ dan bagian tubuh si Kecil, seperti otot, tulang, jantung, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem saraf.

Minggu 3

Embrio berhasil menempel di rahim. Lapisan luar embrio akan membentuk plasenta atau plasenta. Pada tahap ini pula, berbagai organ tubuh mulai terbentuk, seperti otak, tulang belakang, kelenjar tiroid, organ jantung, dan pembuluh darah. Ukuran embrio pada minggu ketiga masih sangat kecil, hanya 1,5 mm.

Minggu 4

Jantung terbentuk dan mulai berfungsi dan pembuluh darah memiliki aliran darahnya sendiri. Selain itu, sudah mulai terbentuk tangan dan kaki. Pada minggu ke 4 ukuran embrio adalah 5 mm.

Minggu 5

Tangan si kecil sudah mulai tumbuh, namun masih belum berbentuk seperti tangan, masih rata tanpa jari. Struktur dasar otak dan sistem saraf juga telah terbentuk, sedangkan mata, telinga, dan mulut baru akan terbentuk.

Minggu 6

Kaki sudah mulai tumbuh meski jari kakinya belum terbentuk. Sistem pencernaan baru mulai tumbuh. Sedangkan bibir atas dan langit-langit terbentuk. Kepala embrio terlihat, tetapi ukurannya sangat kecil, dan Anda dapat melihat bahwa telinga dan mata sedang terbentuk.

Minggu 7

Pada tahap ini paru-paru baru akan terbentuk, jari-jari sudah terlihat, dan otot serta sistem saraf berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, saat ini embrio sudah dapat menunjukkan refleksnya.

Minggu 8-9

Embrio sudah bisa disebut janin karena sudah memiliki wajah dan bentuk mirip manusia. Kelopak mata dan hidung mulai terbentuk minggu ini. Pada tahap ini, plasenta berkembang dan janin dikelilingi oleh cairan ketuban yang terbentuk dari pembuluh darah Anda.

Minggu 10

Jantung bekerja dengan sempurna. Jantung janin berdetak 180 denyut per menit, dua atau tiga kali lebih cepat dari denyut jantung normal pada orang dewasa. Sel tulang pertama kali terbentuk, menggantikan tulang rawan yang sebelumnya terbentuk.

Minggu 11

Tulang wajah mulai terbentuk, kelopak mata masih tertutup dan tidak akan terbuka selama beberapa minggu ke depan. Kuku juga mulai terbentuk. Minggu ini, ternyata janin bisa menelan dan mengeluarkan urine, yang dikeluarkan melalui cairan ketuban.

Minggu 12

Organ, otot, kelenjar, dan tulang sudah terbentuk sempurna dan mulai berfungsi. Mulai minggu ini akan ada perkembangan dan pematangan berbagai organ yang sudah terbentuk sebelumnya.

Minggu 13

Pada minggu ke 13, panjang janin sekitar 7,5-10 cm dan perkembangan tubuhnya lebih berkembang. Jika pada minggu-minggu awal trimester pertama ukuran kepala janin mendominasi, maka pada akhir trimester pertama tubuh janin semakin panjang. Mampap bisa melihat lebih jelas jari, tangan, kaki, telinga saat di USG. Si kecil mungkin juga terkadang memasukkan tangannya ke dalam mulutnya. Organ reproduksi sudah mulai berkembang minggu ini. Untuk anak laki-laki, testis sudah mulai terbentuk. Sedangkan untuk anak perempuan, ovariumnya sudah mengandung telur. Namun, jenis kelamin masih belum terlihat pada USG.

Baca Juga: Cari Tahu! Pemeriksaan Kehamilan Penting untuk Mama

Perkembangan janin trimester kedua

perkembangan janin trimester kedua
Trimester kedua (Sumber Gambar: http://babycentre.co.uk)

Trimester kedua adalah periode paling bahagia bagi kebanyakan ibu. Dalam periode ini, keluhan mual di pagi hari Di awal kehamilan biasanya mama sudah tidak terasa lagi. Tenaga mama bertambah dengan munculnya nafsu makan. Janin cukup kuat pada trimester ini. Anda mungkin merasakan gerakan, tendangan dan kedutan saat janin aktif di dalam perut.

Baca:  5 Kandungan Skincare Wajib Untuk Pori-pori Bersih dan Kencang

Minggu 13-17

Saat memasuki usia 13-17 minggu, berat janin 57-113 gram dan panjangnya sekitar 10-13 cm. Pada minggu ke 16 janin sudah dapat diketahui jenis kelaminnya, apakah berjenis kelamin laki-laki atau perempuan dapat dilihat dengan melakukan USG. Munculnya bulu-bulu halus di kepala yang dikenal dengan istilah lanugo.

Minggu 18-22

Pada tahap ini, tulang yang sudah ada dan yang keras telah menggantikan tulang rawan pada janin. Janin mulai mendengar dan merespons gerakan. Karena itu, Anda bisa merasakan tendangan, pukulan, dan berbagai gerakan janin.

Minggu 23-26

Pankreas janin mulai bekerja secara efektif dan paru-paru menjadi lebih matang pada tahap ini. Bayi yang lahir pada usia 23-26 minggu memiliki peluang bertahan hidup yang lebih besar dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya.

Baca Juga: Waspada! Gangguan ini sering terjadi saat Anda sedang hamil

Perkembangan janin trimester ketiga

perkembangan janin trimester ketiga
Trimester ketiga (Sumber Gambar: http://babycentre.co.uk)

Happy Mampaps saat memasuki trimester ketiga atau trimester akhir kehamilan Anda. Dalam beberapa minggu, Mampaps akan segera melihat si kecil Anda. Di periode terakhir ini, wajah janin sudah terbentuk. Dengan bertambahnya ukuran janin, Anda akan mulai merasakan beberapa keluhan seperti sulit tidur, sesak napas, atau kaki bengkak. Anda bisa mencoba posisi tidur miring agar tidur lebih nyaman.

Minggu 27-31

Diperkirakan 91% janin yang lahir pada usia 27-31 minggu dapat bertahan hidup meski berisiko mengalami berbagai komplikasi seperti cacat lahir dan berat badan lahir rendah (BBLR). Pada dasarnya semua organ dan sistem tubuh sudah matang pada usia ini dan akan terus berkembang hingga lahir.

Minggu 32-36

Gerakan dan tendangan yang dilakukan janin semakin kuat dan terasa. Janin pada usia ini memiliki berat 1,814 – 2,268 gram dan panjang sekitar 41-43 cm.

Minggu 37-40

Minggu ini adalah minggu-minggu terakhir kehamilan. Saat ini berat janin sudah mencapai 2,722 hingga 3,639 gram dan panjang badan sekitar 46 cm. Saat memasuki minggu ke-40, janin sudah siap untuk dilahirkan dan semua organ sudah terbentuk dan berfungsi dengan baik.

Baca juga: 7 Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur

Berbagai posisi si kecil di dalam rahim

Tentunya posisi si kecil selama di dalam kandungan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: bentuk kepala, bentuk panggul, kemampuan kepala si kecil untuk menyesuaikan bentuknya sesuai dengan si kecil. ; s panggul, dan kemampuan otot panggul Anda untuk rileks dan berkontraksi.

1. Posisi kepala si kecil di bawah

posisi kepala bayi di dalam rahim

Posisi ini merupakan posisi yang paling umum dan biasanya terjadi pada persalinan normal. Dalam posisi ini, kepala si kecil mengarah ke bawah menuju jalan lahir.

2. Posisi si kecil menyilang

posisi bayi di seberang rahim

Posisi si kecil ini biasanya ditemukan pada beberapa kondisi kehamilan. Melintang artinya kaki dan kepala si kecil berada di kiri dan kanan perut Mama. Umumnya posisi melintang ini bisa menyulitkan si kecil untuk berbelok arah.

3. Posisi Janin Posterior

Posisi Janin Posterior di Ginekologi

Mampaps Walaupun si kecil sudah memiliki posisi kepala menunduk, Anda juga perlu mengetahui posisinya menghadap si kecil. Biasanya si kecil akan menghadap ke tulang belakang agar proses jalan lahir lebih lancar. Namun, ada kondisi si kecil menghadap ke perut Mama. Posisi ini dikenal sebagai posisi posterior. Posisi ini biasanya akan menimbulkan nyeri pada punggung.

4. Posisi Janin Sungsang

Bayi sungsang di dalam rahim

Sungsang adalah posisi dimana kepala si kecil berada di atas dan kaki di bawah. Kejadian seperti ini memang bukan hal baru, namun posisi ini memang akan sedikit menyulitkan persalinan normal. Oleh karena itu, biasanya si kecil dengan posisi sungsang akan lahir melalui operasi caesar.

Apakah Anda siap untuk melahirkan si kecil? Cek dulu posisi buah hati mams semoga si kecil bisa lahir normal. Semangat Bergairah!

Baca Juga: Terbukti! Inilah 6 Upaya Efektif Agar Bayi Cepat Lahir

Postingan Perkembangan Janin dalam Isi Lengkap muncul pertama kali di Mamapapa.id.