Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Wajar jika Anda khawatir saat menemukan kutil atau benjolan di penis yang Anda yakin sebelumnya tidak pernah ada. Penting untuk diingat bahwa kulit penis sebenarnya tampak bergelombang dan berbukit, sehingga mungkin Anda hanya menggambarkan kondisi penis normal.  Berikut penjelasan mengenai penyebab dan kondisi yang perlu diwaspadai jika Anda mengalami benjolan pada penis.

Berbagai kemungkinan penyebab benjolan pada penis

Jika Anda belum pernah berhubungan seks, satu-dua benjolan putih yang tampak pada batang penis.

Hal ini mungkin adalah jerawat biasa, rambut yang tumbuh ke dalam, atau kista jinak sebagai hasil iritasi dari mencukur, kulit yang bergesekan dengan kain pakaian, atau reaksi alergi. Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menular, tidak perlu Anda khawatirkan.

Permukaan kulit penis yang sedikit menonjol bisa menandakan hirsutis corona glandis alias papula penis mutiara (pearly penile papules/PPP), sering tampak sebagai bintik “mutiara” kecil atau tonjolan mirip kubah sewarna daging yang terbentuk di sekitar lingkaran kepala penis.

Sementara itu, jika tonjolan-tonjolan kecil ini berwarna putih kekuningan (tanda hadirnya folikel rambut), benjolan di penis seperti ini seringnya menandakan Fordyce spots. Fordyce spots dan PPP adalah satu lagi kondisi kulit penis yang normal dan tidak berbahaya, sering ditemukan pada mayoritas pria dewasa.

Jika Anda baru saja berhubungan seks atau masturbasi, Anda mungkin memperhatikan adanya benjolan pada organ intim Anda. Pembengkakan keras pada batang penis setelah aktivitas seksual disebut dengan lymphocele.

Benjolan ini terjadi saat saluran getah bening pada penis terblokir untuk sementara waktu. Pembengkakan ini akan segera mengempis dan tidak menimbulkan masalah permanen.

Penyebab yang lebih serius

Meski umumnya benjolan pada penis tidak berbahaya, namun ada pula penyebab yang lebih serius. Benjolan di penis mungkin menjadi tanda herpes tipe 2 yaitu penyakit seks menular paling umum yang menghasilkan benjolan kemerahan menyakitkan pada penis atau kulit di area genital, dan dapat memiliki penampilan berkerak.

Baca:  Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Selain itu, HPV (human papillomavirus) atau kutil kelamin juga bisa muncul sebagai benjolan di penis (menyembul atau datar), berwarna putih atau mirip daging, dan biasanya tidak gatal atau diikuti sensasi panas.

Benjolan di penis juga bisa sebagai akibat dari virus moluskum kontagiosum, satu keluarga dengan virus cacar, dan muncul sebagai tonjolan bermata putih yang berkelompok.

Penyakit seks menular mungkin saja tidak menimbulkan benjolan pada organ intim Anda. Namun, infeksi ini berisiko bagi kesehatan (dan pasangan) jika tidak segera diobati.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di penis?

Jerawat, kista, rambut yang tumbuh ke dalam, dan papula tidak akan menimbulkan bahaya. Meski demikian, hindari  memencetnya karena dapat menimbulkan infeksi kulit dan meninggalkan bekas luka.

Anda dapat membersihkan kulit penis yang bermasalah dengan air hangat dan sabun lembut.

Namun, hindari menggosok kulit dengan keras. Pasalnya, kulit di area genital sangat sensitif dan menggosok kencang dapat menyebabkan masalah seperti ruam atau iritasi.

Hal yang pasti, Anda kini bisa duduk tenang menghela napas dan menyingkirkan ketakutan akan benjolan pada penis sebagai kemungkinan kanker.

Kanker penis adalah salah satu jenis kanker kelamin yang paling jarang ditemukan. Jadi kecil kemungkinannya benjolan pada penis Anda menandakan gejala kanker.

Jika Anda khawatir tentang kutil dan benjolan di penis Anda, konsultasikan ke dokter atau klinik kesehatan reproduksi. Jangan merasa takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan atau pengobatan.

The post Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis appeared first on Hello Sehat.