Boxer Vs. Celana Dalam, Mana yang Lebih Sehat Buat Sperma?

Memilih pakaian dalam sama pentingnya dengan memilih pakaian luar. Jangan hanya mengutamakan kenyamanan, perhatikan juga efek penggunaan celana dalam tersebut. Salah satunya adalah pengaruhnya terhadap kesehatan sperma. Antara petinju dan celana dalam pria, mana yang berpengaruh buruk bagi kesehatan sperma? Temukan jawabannya pada review di bawah ini.

Pilihan pakaian dalam memengaruhi kesehatan sperma

Pakaian dalam pria berfungsi untuk mencegah pakaian luar dari keringat, air seni dan kotoran lainnya. Setiap pria mungkin memiliki kesukaannya sendiri, baik itu celana petinju atau pakaian dalam biasa.

Namun, penelitian belakangan ini menjadi pertimbangan para pria dalam memilih mana yang lebih baik untuk digunakan, antara pakaian dalam dan petinju.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard meneliti sampel 700 pria dengan usia rata-rata 35 dari 2000 hingga 2017.

Hasil penelitian menunjukkan, pria yang mengenakan pakaian longgar memiliki konsentrasi sperma 17-25 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang mengenakan pakaian dalam ketat.

Sayangnya, penelitian ini dinilai belum cukup karena adanya perbedaan berat badan dan usia pada masing-masing pria. Pasalnya, usia juga memengaruhi kualitas dan kesehatan sperma seseorang.

sperma mati

Namun, banyak ahli sepakat bahwa pakaian dalam yang tidak tepat bisa menjadi penyebab potensial penurunan kualitas sperma. Celana dalam dianggap lebih ketat, sehingga menimbulkan panas di sekitar organ intim pria.

"Peningkatan suhu skrotum tidak baik untuk sperma," kata Dr. Tomer Singer, asisten dosen di Sekolah Kedokteran Hofstra dan ketua endokrinologi di Rumah Sakit Manhattan.

Bukan hanya pilihan celana dalam saja yang harus Anda perhatikan. Anda juga perlu menentukan bahan pakaian dalam yang nyaman digunakan, agar bahan tersebut tidak membuat kulit di sekitar organ intim melepuh saat beraktivitas.

Baca:  10 Ilustrasi Kehidupan Cewek Kaum Rebahan yang Nggak Mau RibetĀ 

Selain itu, perhatikan cara Anda mencuci pakaian dalam dan berapa lama pakaian dalam Anda digunakan. Jika sudah tidak nyaman dipakai, sebaiknya ganti dengan celana dalam baru.

Berbagai hal mengganggu kualitas sperma

efek alkohol pada gejala diabetes

Sperma adalah sel penting untuk reproduksi, intinya untuk membuahi sel telur wanita. Bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan, keberhasilan pembuahan akan didapat dari sel telur dan sperma yang sehat.

Kesehatan sel sperma dicirikan oleh jumlah sperma dan kecepatan pergerakan sperma.

Selain pilihan celana dalam, gaya hidup juga bisa memengaruhi kualitas sperma, seperti:

1. Sering minum alkohol

Alkohol bukan hanya musuh bagi hati Anda, tetapi juga sperma Anda. Minum terlalu banyak alkohol dapat merusak hati, sehingga hati tidak dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Racun yang tidak dilepaskan ini dapat memengaruhi kadar testosteron dan mengurangi jumlah sel sperma yang sehat.

2. Suka merokok

Rokok adalah racun bagi semua organ Anda. Bukan hanya jantung atau paru-paru Anda, tetapi juga kualitas sperma Anda.

Zat kimia yang terkandung dalam rokok dapat menghalangi aliran darah ke testis. Akibatnya, produksi sperma bisa terhambat.

Rokok juga merusak DNA pada sperma sehingga dapat mempengaruhi pembuahan janin.

3. Stres

Kurang tidur, bertengkar dengan pasangan, atau tekanan kerja dapat menyebabkan stres dan meningkatkan hormon kortisol.

Penurunan hormon ini bisa merusak suasana hati dan menurunkan kadar testosteron sehingga kualitas sperma tidak sehat.

Pos Boxer Vs. Celana Dalam, Mana yang Lebih Sehat untuk Sperma? muncul pertama kali di Hello Sehat.