Bikin ICCU Covid-19, RSUD Sragen Gelontorkan Dana Rp3 Miliar

Bikin ICCU Covid-19, RSUD Sragen Gelontorkan Dana Rp3 Miliar
RSUD Sragen Covid-19

Solopos.com, SRAGEN – Gedung lama hemodialisa RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen direnovasi menjadi sebuah ruangan unit perawatan kardiologi intensif (ICCU) untuk pasien dengan Covid-19 yang dikonfirmasi. Ruangan itu dibangun menggunakan dana tak terduga (BTT) senilai Rp 3 miliar.

Kamar dilengkapi dengan fasilitas seperti fasilitas ICCU plus tambahan tekanan negatif sehingga ruangan benar-benar steril.

Direktur Pelayanan dan Kualitas RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Joko Haryono, saat berbicara dengan Solopos.com, Rabu (23/12/2020), menyampaikan bahwa ruang rehabilitasi ruang ICCU Covid-19 berada di gedung lama hemodialisis. Lokasinya bersebelahan dengan ruang ICCU untuk pasien umum di lantai 1.

Kepala Puskesmas Juwiring Meninggal Positif Covid-19

Dia mengatakan, renovasi gedung sudah dilakukan sejak 15 Desember 2020 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2020.

“Kelengkapannya sudah ready dan semuanya baru, seperti ventilator, bed, nasal cannula high flow yang berfungsi untuk mendorong oksigen masuk ke tubuh pasien. Untuk tempat tidurnya ada bed dengan teknologi digital. Satu unit tidur pas dengan harga Rp 54 juta dan baru ada tujuh bed yang sudah disiapkan, ”ujarnya.

Fungsi

Joko mengatakan bahwa para pekerja bekerja untuk mengejar ketepatan waktu. Joko menjelaskan, ruang ICCU digunakan untuk merawat pasien yang dipastikan positif Covid-19 yang sudah parah dan semakin parah.

Dijelaskannya, selama ini jika pasien bertambah parah, langsung dirujuk ke RSUD Dr. Moewadi Solo, namun belakangan RS rujukan juga penuh. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meminta RSUD Sragen membangun ruang ICCU sendiri untuk pasien Covid-19.

“Semua peralatan sudah tiba dan siap. Selain ruang ICCU Covid-19, kami juga menyiapkan 78 tempat tidur untuk perawatan isolasi pasien positif dan suspect. Hingga saat ini dari kapasitas itu baru terisi 55 orang ditambah sembilan suspect. pasien suspek ada dua yaitu pasien suspect karena hasil rapid test reaktif dan suspect karena skor sudah masuk skrining peringatan dini menunjukkan angka 10. Pengasuhannya dipisahkan, ”ujarnya.

Baca:  Peserta Juggling Competition di Sragen Patuhi Protokol Kesehatan

Lockdown Puskesmas Juwiring Klaten 3 Hari Mulai Besok

Joko mencontohkan seperti pelayanan di bangsal rosella yang sudah dipisahkan sekat permanen untuk perawatan pasien yang sudah dikonfirmasi dan yang dicurigai. Rehabilitasi ruang ICCU Covid-19 ini sesuai dengan surat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sebenarnya Pemprov meminta 30 tempat tidur di ruang ICCU Covid-19, namun Joko mengatakan kemampuan awal hanya tujuh tempat tidur dulu karena kekurangannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Rencananya ruang ICCU untuk pasien umum akan digunakan untuk ICCU Covid-19 dan tinggal menambah tekanan negatif saja,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Didik Haryanto menambahkan, biaya rehabilitasi ruang ICCU Covid-19 mencapai Rp 3 miliar. Dia menjelaskan, dana Rp3 miliar itu meliputi pengadaan alat kesehatan, infrastruktur, dan rehabilitasi gedung.

Postingan Making ICCU Covid-19, RSUD Sragen Belanja Dana Rp 3 Miliar muncul pertama kali di Solopos.com.